skip to main |
skip to sidebar
Jumat, 03 Agustus 2012
01.39
Diposting oleh
Dream Writer
Saya tak seutuh hati hadir di sesi ini sebenarnya. Saya menyimpan “rasa”. Kalau bukan karena Salim yang datang menjemput, saya tak akan berusaha untuk ada disana.
Nyatanya, dugaan akan sangat jauh berbeda dengan kejadian di lapangan. Yang hadir di acara buka puasa bersama ini lumayan ramai. Kami berhasil mengubrak abrik beranda Mc Donald’s Alauddin.
Walau kami berbuka agak terlambat, itu bukan masalah. Nyaris saja kami bergeser beberapa ratus meter ke tempat makan cepat saji lainnya. KFC Alauddin hanya berkisar 300 meter dari lokasi kami dan Pizza Hut Alauddin sekitar 50 meter dari KFC. Tidak masalah sebenarnya dengan ini. Melihat orang antri adalah penyebabnya, sementara waktu berbuka telah masuk.
Jelo telah mengusul rencana itu, bersiap berpindah tempat, karena kami juga masih ragu untuk mendapatkan tempat duduk di McD. Ucenk-lah yang memperjelas semuanya. Menunjuk beranda McD yang ternyata masih kosong melompong.

Adzan telah berkumandang dari masjid terdekat. Kami masih haus, belum setetes cairan masuk ke tenggorokan. Fian, Salim, dan Madhi sebegai aktor yang mengekeskusi minuman berbuka. Slurpppp.... segar, cerita berlanjut, gelak tawa terhambur. Angkasa raya jadi saksi keriuhan ini.
Ucenk yang dulunya banyak sendiri dan kurang berbaur dengan para bandits sekarang menyebar bahan canda di tengah forum. Ucenk pulalah yang banyak berperan merealisasikan rencana berbuka puasa ini, semacam ketua panitia, dialah yang meng-sms para bandits. Waktu adalah dimensi yang banyak mengubah kami.
Perubahan itu penting teman!
Berbeda dengan perubahan postur badan, pengamatan saya, dari sembilan teman yang ada, nyaris semua postur mendekati ideal. Si Salim masih dengan badannya yang proporsional, cuma sekarang terlihat lebih eye catching jika dibanding dengan jaman mahasiswa. Ini jelas impact dari kebiasaan sehari-harinya yang berurusan dengan publik dan itu mempertaruhkan penampilan.
Tampilan Salim dan Ucha tak jauh berbeda, yaa...maklum sama-sama orang yang bergelut dengan dunia ramai. Ucha nampak lebih tenang dan seperti biasa tak banyak bicara. Teman-teman seperti ini sekarang jauh lebih rama dan murah senyum. Dan tentunya juga sangat royal, asyikkk eee...

Sekali lagi itu semua adalah kecenderungan yang terbawa dari suasana dan lingkungan kerja. Setidaknya itu analisis singkat saya, dan itu berarti perubahan yang positif. Saya turut berbangga dengan perubahan yang semacam ini, saya pun suatu saat harus berubah ke arah yang lebih positif seperti mereka.
Fian lebih casual dan terlihat stylish, hanya sedikit berbeda saat masih di masa kuliah. Itu nampak karena Fian sekarang pakai setir bundar, dan itu pasti mempengaruhi dandanan. Tapi, tadi Fian tak sempat bawa mobil, katanya masuk bengkel. Fian memang pekerja keras dan selalu giat meraih keinginannya.
Sudah lebih tiga jam kami disini di Mc Donald’s Alauddin, di depan kami bertebaran nampan dan bekas tempat makanan, dan sedikit pamer banyak gelas plastik minuman berkarbonasi bermerek McD.
Tadi Ucenk dan Ucha bergantian mengambil gambar. Ucenk ambil gambar pakai smartphone-nya yang amat canggih, dan Ucha pakai Tab-nya yang mirip buku catatan harian. Oh,,, iyya Fian pakai Blackberry memotret diam-diam satu persatu wajah teman seperjuangannya ini.
Beberapa foto teman-teman bisa lihat sendiri di grup SAINSation 06, saya yakin, foto itu akan sedikit menimbulkan kecemburuan bagi teman-teman yang tidak sempat ada di tengah keriuhan ini.

Tapi jangan khawatir, nyaris semua kawan kami sebut namanya. Mirip absen-lah, si ini di mana sekarang dan si itu sekarang dimana? Pertanyaan “dimana” itu akan menimbulkan ambiguitas, bisa saja akan mengarah ke pekerjaan atau makna posisi/lokasi-nya. Ahhh, ini biasanya sensitif... kalau tanya soal kerjaan. Beberapa dari kami masih kurang percaya diri menjawab pertanyaan macam ini.
Yaa... bagi teman-teman yang tak hadir di SAINSation ini, tak usah khawatir akan "dicerita-belakang". Ini bulan puasa teman, menggibah akan sedikit kami kurangi ketika menyebut subjek atau salah satu nama teman-teman sekalian.
Ohh iyyaa tadi tulis SAINSation. Secara pribadi setiap pertemuan kami yang terencana akan saya sebut SAINSation. Saya membubuhi subjek SAINSation dalam setiap album “bepergian” kami. Saya menamai SAINSation 1 untuk perjalanan kami di Malino, terjadi pada tahun 2009 kalau tak salah ingat di bulan Oktober.

SAINSation 2 saya namai untuk trip kami di Puntondo juga terjadi tahun 2009 mungkin sekitar sebulan setelah perjalanan dari Malino, yang saya tahu perjalanan kami terinspirasi dari pete-pete yang teman-teman gunakan ke Malino, nama daengnya saya lupa, tapi yang jelas dia adalah family dari teman kami si Bety atau sekarang populer dengan nama Nunung.
Sopir inilah yang memberi sedikit informasi, paling tidak budget untuk transportasi kesana. Dan nyatanya memang dialah yang mengangkut teman-teman menuju Puntondo-Takalar.
SAINSation 3. Nah ini trip-nya lebih menantang. Kalau teman-teman ingat, SAINSation ini kejadiannya hanya berselang lima hari setelah lebaran Idul Adha tahun 2010.
Planningnya bermula di warung 212 Alauddin, saat itu juga kami berkumpul amat ramai, dan berembuklah kami, hingga menunjuk Enrekang sebagai sasaran trip selanjutnya. kami sempat dijamu di rumah Riri di Pare-Pare saat perjalanan menuju Enrekang, selanjutnya giliran rumah Jelo yang kami jajah selama tiga malam. kami juga sempat melancong ke Toraja waktu itu. Huuuu serruuuuu
Kelas kami memang kelas yang memiliki sensasi, yaaa sensasi para anak sains. Makanya saat grup ini saya buat, saya terus mencari nama yang tepat, dan akhirnya jatuh di kata SAINSation.


Oh iyyaaa untuk SAINSation 4, kami touring ke arah timur Makassar, yakni Bulukumba. Kejadiannya di awal tahun 2011. Teman kami memang banyak di Bulukumba. Ini adalah lokasi tour yang tepat. Dari tiga malam di Bulukumba, kami terus menggilir rumah untuk menginap. Saat baru memasuki Tanah Bulukumba. Ibunya Iccha telah bersuka cita menyambut kami di daerah Gantarang. Wahhh menunya saat itu luar biasa. Tengss Iccha....
Perjalanan terus berlanjut, hingga malam memeluk kami. Yang jelas malam pertama SAINSation 4 itu kami menginap di rumah Fajri Bunda di Herlang. Malam selanjutnya di rumah Warti, dan malam terakhir di rumah Radya. Sungguh perjalanan yang mengasyikkan dan mengenyangkan! Bagi saya itu hal yang amat sulit untuk saya lupakan! Bagaimana dengan teman-teman sendiri? Jawab dalam hati saja.
Nah untuk SAINSation 5. Agak sedikit kurang meriah, hanya sedikit yang hadir dan cenderung tidak terlalu seru. Kami mengambil setting lokasi di Tanjung Bayang tahun 2011 kalau tak salah bulan Mei.

Sedangkan untuk SAINSation 6 saya boleh menamai kejadian tadi yang di Mc Donald’s. Walau singkat tapi itu melegakan.
Tadi juga sempat menyenggol rencana trip SAINSation 7. Wacananya sih ke BONE, kebetulan tadi ada Nita yang juga merupakan peserta tercantik, karena memang hanya sendiri perempuan yang hadir. SAINSation 7 masih wacana.
Target teman-teman tadi bisa dilaksanakan setelah lebaran Idul Fitri ini, mungkin sekamir 3 hari setelah lebaran. Itu pun masih wacana karena begitu sulitnya mempertemukan waktu luang dari teman-teman sekalian. Soal teknis trip selanjutnya akan dikomunikasikan lewat grup saja.
Tenggss teman-teman. Kalau tidak keliru tadi yang jadi sponsor itu Madhi, Fian, Ucha, dan Salim. Kalau pale teman-teman luput saya tulis namanya, anggap saja itulah sedekah sesungguhnya.
abcs
Posting Komentar